Tuesday, June 1, 2010

Surat Daripada Fatimah (muslimah yang diperkosa)


Bismillahhirrahmanirrahim...

Assalamualaikum w.b.t, semoga kita semua berada di bawah lindungan Allah s.w.t...

masyaAllah, lama sungguh ana tak update blog ni...harap-harap ana masih dapat istiqamah dalam menyebarkan ilmu dan perkongsian agar dapat memanfaatkan medium dakwah di alam cyber ini, ana sedar bukan mudah untuk menjadi seorang pendakwah yang betul-betul istiqamah dalam penyampaian dakwahnya dan mengamalkan ilmu yang disampaikannya....

Insyaallah entri kali ini ana ingin berkongsi satu maklumat yang sangat bernilai, mungkin kisah ini sudah lama berlalu...tapi, ianya sangat bermakna dan perlu dijadikan pedoman kepada semua umat islam agar dapat sentiasa muhasabah diri.Bagi yang sudah pernah membacanya tidak salah untuk kita mengingatkannya kembali....

..................................................................................................................................................................

KISAH ini mungkin sudah lama dan ditelan masa, tapi disebabkan oleh rasa kasihan dan juga marah dengan sikap kafir laknatullah ini, aku tak dapat tahan daripada menyebarkan maklumat yang aku perolehi untuk tatapan kita semua dari kisah seorang hamba Allah di bumi anbiya’ Iraq yang disiksa, dirogol dengan kejam tanpa belas kasihan di penjara Abu Gharib.


Fatimah adalah seorang saudara perempuan seorang mujahid yang terkenal di daerah Abu Gharib, yang berasal dari sebuah keluarga yang terkenal kebaikan dan ketaqwaannya. Suatu hari pasukan AS menyerbu rumahnya, dengan tujuan menangkap saudaranya. Namun karena mereka tidak dapat menemukannya, pasukan AS menangkap Fatimah dengan tujuan memaksa saudaranya menyerahkan diri.


Surat tulisan tangan Fatimah, baru-baru ini berhasil diseludupkan keluar dari penjara Abu Gharib. Surat ini menggambarkan penderitaan para tawanan wanita akibat perbuatan tentara AS. Segera surat ini tersebar dan menghebohkan kota Baghdad, mengirimkan gelombang yang akan terus berlanjut ke seluruh Iraq. Mafkarat al-Islam berhasil mendapatkan salinan surat tersebut.

Bismillahirrahmanirrahiim.

(Say He is God the One; God the Source [of everything]; Not has He fathered, nor has He been fathered; nor is anything comparable to Him.[ Quran, Surat 112 *al-Ikhlas*])

Saya menulis surat Al-Ikhlas ini karena mempunyai arti yang mendalam bagi saya, dan menimbulkan getaran di hati orang-orang yang beriman.
Saudaraku mujahidin di jalan Allah. Apa yang dapat kukatakan padamu? Saya katakan, rahim-rahim kami telah terisi dengan janin akibat perkosaan yang dilakukan keturunan kera dan babi itu.

Mereka telah menodai tubuh kami, meludahi muka kami, dan merobek-robek Al-Quran untuk digantungkan ke leher-leher kami . Allahu Akbar. Tidakkah kau mengerti tentang kejadian yang menimpa kami? Betulkah kau tidak tahu ini terjadi pada kami?. Kami saudaramu, dan Allah akan meminta tanggungjawabmu tentang kejadian ini kelak. Demi Allah, tidak semalam pun kami lewatkan di penjara ini kecuali mereka mendatangi salah satu dari kami untuk melampiaskan nafsu setannya.


Padahal kami selalu menjaga kehormatan kami karena takut kepada Allah. Takutlah pada Allah! Bunuhlah kami bersama mereka! Hancurkan mereka bersama kami! Jangan biarkan kami di sini agar mereka bisa bersenang-senang memperkosa kami, sesungguhnya ini adalah sebuah perbuatan dosa besar di sisi Allah. Takutlah pada Allah akan urusan kami.


Biarkan (jangan serang) tank dan pesawat mereka. Datanglah pada kami di penjara Abu Gharib. Saya saudaramu kerana Allah. Mereka memperkosa saya lebih dari sembilan kali dalam satu hari. Bisakah kau bayangkan?
Bayangkan salah satu saudaramu diperkosa. Bersama saya ada 13 gadis, semuanya belum menikah. Semuanya telah diperkosa didepan mata kami semua. Mereka melarang kami untuk sholat. Mereka mengambil pakaian kami, dan membiarkan kami telanjang.


Saat surat ini saya tulis, seorang diantara kami telah bunuh diri setelah diperkosa beramai-ramai. Seorang tentara memukulnya di dada dan paha setelah memperkosanya, lalu menyiksanya. Gadis itu kemudian bunuh diri dengan memukulkan kepalanya ke tembok penjara, kerana dia sudah tidak sanggup menerima ini.


Meskipun bunuh diri dilarang oleh Islam, saya memaklumi perbuatannya. Saya hanya berharap, semoga Allah mengampuninya, sesungguhnya Dia Maha mengampun. Saudaraku, saya katakan padamu lagi, takutlah pada Allah. Hancurkan kami bersama para tentara itu, agarkami bisa beristirahat dalam damai. Tolonglah kami, tolonglah kami, tolonglah kami. Waa Mutasimah!.


Surat ini telah berakhir, namun penderitaan penulisnya dan para muslimah belum berakhir.

Sebarkan agar semua dapat mengetahui keadaan ini.
(Tajuk Asal Surat Fatimah Gemparkan Baghdad.)

........................................................................................................................................................

semoga perkongsian ana kali ini dapat membuka mata dan hati kita agar berusaha memperbaiki diri dan menyedari betapa bertuahnya kita kerana ujian yang menimpa kita masih kecil berbanding apa yang dilalui oleh fatimah dan muslimah-muslimah yang lain. ingatlah kisah ini, ketika kita ditimpa ujian.....jadilah hamba yang bersyukur....
Alhamdulillah...Alhamdulillah...Alhamdulillah.....

sekadar sedikit perkongsian daripada insan yang penuh dengan kekurangan dan kelemahan agar sama-sama dapat muhasabah diri...
waallahu'alam

Friday, May 14, 2010

AKU HAMBA


Aku selalu membuat dosa
Sering melakukan kesalahan
Sekalipun aku sudah pun mencuba
Untuk menolaknya wahai tuhan
Dengan rahmatMu Engkau
ampunkanlah
seluruh dosa-dosaku
Jangan biarkan aku terumbang-ambing
dan tenggelam dengan dosa
Aku inikan hambaMu
Aku adalah boneka
Yang Engkau cipta
jangan Engkau biarkan aku
Tanpa pimpinan, aku akan tersesat
jalan
Kalau Engkau biarkan aku
dengan dosa dan noda
Kalau Engkau tinggalkan aku
Dengan kesalahan
Segala yang kumiliki
Tiada erti apa-apa

Friday, May 7, 2010

Tazkiyatun Nafs...


Alhamdulillah...Alhamdulillah...Alhamdulillah...

Ya Allah...terima kasih kerana masih memberikan hamba peluang

untuk bertaubat memperbaiki setiap kelemahan...

Ya Allah, jangan biarkan hamba keseorangan...jangan biarkan hamba keseorangan...

jangan tinggalkan hamba lagi...hamba lemah...

pimpinlah langkahku Ya Allah...

Ya Allah...dengarlah rintihan hambaMu ini...

Yang sentiasa mengharapkan keampunan dan rahmatMu...

.................................................................................................................................................

titt...titt...kedengaran handphone ana berbunyi menandakan mesej masuk..

berat sungguh kali ini ana hendak mencapai handphone yang terletak di atas meja.

namun ana gagahi jua...

di skrin handphone ana tertera nama yang sangat ana tunggu-tunggu kehadirannya..

iya...seorang insan yang ana sangat rindu mendengar suaranya kerana setiap bait kata-katanya penuh dengan tarbiah yang membawa hati ana tenang mengingati cinta yang SATU...

iaitu seorang sahabat, kakak,dan pejuang yang tidak jemu memberikan kata-kata semangat dalam melayari jatuh bangun kehidupan.

ana terus membaca mesejnya....

"kita seringkali meminta pada pencipta dengan pelbagai hajat,

waktu itu kita menangis, merintih, dan berharap sangat-sangat...

bila Allah kabulkan, kita lupa padaNya, kita lalai, kita ego, angkuh dan takabbur hinggalah

nikmat itu ditarik sekelip mata,

kita mula melangkah kembali sujud disejadah,

kala itu tanpa kita sedari, air mata kita berderai...

muhasabahlah diri sentiasa dengan qiamulail,

sebenarnya nikmat Allah pada hambaNya terlalu banyak

cuma kita yang tak sedar,

kerana manusia itu selalu lupa...

selagi pintu TAUBAT masih terbuka,

ayuh sama-sama kita melangkah untuk mengecapi redha illahi...

sedarlah,Allah adalah segalanya,

padanya ada KASIH SETIA dan CINTA YANG SUCI LAGI ABADI...

kita doakan pada Allah supaya ditetapkan hati pada jalanNya."

masyaAllah...terima kasih kak aini....

sungguh bermakna mesejmu....

teringat ana kepada kuliah maghrib tadi, bertajuk 'Tazkiyatun Nafs' yang disampaikan oleh YDP BADAM. beliau membicarakan tentang 'taubat'... iya...'taubat'....

ana tertarik dengan kata-katanya ' berikan 90% cinta dan sayang kita kepada Allah danselebihnya 10% lagi barulah diberikan kepada manusia...' dan ' janganlah kita mempermain-mainkan taubat kepada Allah kerana kelak Allah akan mempermain-mainkan kita' macam tulah rasanya bunyi ayatnya...al maklumlah ana tak catit...tapi InsyaAllah setiap nasihat dan input-input yang berguna ana masih ingat dan akan berusaha untuk mengamal dan menyampaikannya.

seringkali manusia tersilap perhitungan...mereka menganggap dan berkata

'ala...masa muda ni untuk enjoy semahu-mahunya, dah tua nanti taubatlah...'

seolah-olah mereka mengetahui jangka hayat hidupnya... padahal sudah banyak peringatan yang Allah tunjukkan, ramai mat rempit menemui kematian ditengah jalan, gempa bumi dan tsunami yang meragut nyawa tidak mengira umur, darjat dan keturunan....masihkah kita ingat??

Ya Allah...kembalikan hati-hati kami agar merindu dan mencintaiMu...

tatkala bacaan doa robithah dibacakan...terasa syahdunya menghayati makna disebaliknya...

"Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berkumpul kerana mengasihiMu, bertemu untuk mematuhi perintahMu, bersatu memikul beban dakwahMu, hati-hati ini telah mengikat janji setia untuk mendaulat dan menyokong syariatMu, maka eratkanlah Ya Allah akan ikatannya. kekalkan kemesraan antara hati-hati ini akan jalanNya yang sebenar. penuhkan hati ini dengan cahaya RabbaniNya yang tidak kunjung malap. lapangkanlah hati-hati ini dengan limpahan iman dan keyakinan dan kerinduan tawakkal kepadaMu. Hidup suburkan hati-hati ini dengan ma'rifat tentangMu...maka matikanlah pemilik hati-hati ini sebagai para syuhada dalam perjuangan agagamaMu. Engkaulah sebaik-baik sandaran dan sebaik-baik penolong."

salam mujahadah...

Waallahualam,

Wednesday, April 21, 2010

" disebalik KEBENARAN TERSINGKAP"


Alhamdulillah kebelakangan ini ana diberi kesempatan masa untuk update blog ‘kebenaran tersingkap’ ini…mudah-mudahan kebenaran akan tersingkap juga suatu hari nanti. Untuk pengetahuan sahabat, nama blog ana ini banyak mengingatkan ana kepada memori usrah bersama naqibah ana iaitu kak Hanisah Wanhasan, kak Hanisah lah yang memberi nama blog ana ini…rindu ana kepada halaqah bersama kak hanisah semakin menebal.Rindu dengan jiwa-jiwa yang sering mendidikku... Namun, itu dahulu….ketika ana menjadi anak usrah, tapi kini…ana adalah naqibah. Ana berasa sangat bersyukur kerana ALLAH memilih ana untuk sama-sama berjuang dalam medan dakwah di bumi IPG ini walaupun ana bukanlah dari jurusan agama. InsyaAllah ana akan gunakan peluang ini untuk memperbaiki diri ana sendiri untuk lebih sedar tentang hakikat kejadian diri. kerana diri ana sendiri masih banyak kekurangan dan kelemahan.

Ketika ana ditakhlifkan menjadi naqibah, terasa kerdilnya diri ana berada dikalangan sahabat-sahabat dari jurusan agama. Sering kali ana mengadu kepada kakak-kakak naqibah yang lain tentang kebimbangan ana jikalau tidak dapat melaksanakan amanah ini dengan baik. Tapi, kak Hanisah selalu mengingatkan ana bahawa tugas dakwah ini bukan hanya tanggungjawab ustaz dan ustazah.

Terima kasih kak Hanisah kerana sering menjadi pembakar semangat ana dikala ana jatuh tersungkur menahan serangan fitnah,cacian dan penipuan yang benar-benar menguji kesabaran dan ketahanan mental dan fizikal ana, kak Hanisah dan sahabat-sahabat usrahlah yang banyak menghulurkan tangan membangkitkan ana ketika ana jatuh tersungkur. Ana yakin Allah tidak pernah meninggalkan ana, dikala fitnah kedengaran di sana sini tiada siapa yang mahu mendengar penjelasan. Mereka lebih suka mendengar gossip dan fitnah berbanding kebenaran. Mungkin itu lebih menyeronokkan bagi mereka… Ana sering membisikkan di dalam hati ana bahawa “semua yang berlaku pasti ada hikmahnya!”

Semenjak ana menjejakkan kaki di bumi IPG KDRI ini, telah banyak fasa kehidupan jatuh bangun yang telah ana lalui. Kadang-kadang hati merintih derita…kadang-kadang hati menjerit hiba. Namun ana sedar kehidupan ini tidak seindah yang kita impikan. Kehidupan ini penuh dengan liku-liku dan duri rintangan yang datang tanpa diduga. Namun, perjuangan tetap harus diteruskan walau JATUH atau BANGUN!

Biarlah mereka berkata-kata…seenak yang mereka rasa dan inginkan. Bagi ana Allah mengetahui siapa yang benar dan siapa yang salah. Ana lebih suka DIAM dan MENYENDIRI…kerana itu akan membuatkan ana lebih dekat dengan Rabbi. Ana yakin suatu hari nanti kebenaran pasti tersingkap. Biarlah mereka membuat seribu andaian dan anggapan…manusia memang sering bersangka-sangka.

Hanya coretan biasa dari insan biasa yang mengharapkan keredhaan Allah yang Maha Esa,

"Biarlah manusia tak pandang kita asalkan Allah pandang kita"

Salam Perjuangan buat sahabat-sahabat.

Wallahualam.

Saturday, April 17, 2010

KATANYA KAU SEORANG PEJUANG.


Sebagai muhasabah pada diri sendiri dan sahabat2 seperjuangan. semoga memberi manfaat!:)


katanya kau seorang pejuang
tapi ikhtilat mu tidak dijaga
katanya kau seorang pejuang
tapi kau masih assobiyyah

katanya kau seorang pejuang
tapi ibadah mu dan amalanmu masih seperti dahulu
katanya kau seorang pejuang
kau masih layan tv , movie dan game dgn alasan nak release tension

katanya kau seorang pejuang
cinta dunia masih menempati hatimu berbanding cinta allah dan rasulNYA
katanya kau seorang pejuang
kau sebok update isu semasa berbanding AL QURAN 1juz sehari

katanya kau seorang pejuang
kau xpun berdakwah
katanya kau seorang pejuang
kau masih layan muzik-muzik yang lagha


katanya kau seorang pejuang
tapi sering beralasan untuk dakwah dan jihad
katanya kau seorang pejuang
kau lebih bela jemaah berbanding islam

katanya kau seorang pejuang
kau masih ada karat jahiliyyah dihatimu tanpa usaha membuangnya
katanya kau seorang pejuang
mutabaah ibadahmu sangat menyedihkan

katanya kau seorang pejuang
ukhuwahmu hanya untuk kepentinganmu bukan kepentingan ummat
katanya kau seorang pejuang
kau sering tinggal QIAMULLAIL bebanding mengamalkannya

katanya kau seorang pejuang
berapa banyak ummat yang kau ziarah?
katanya kau seorang pejuang
kau sering menyalahkan orang lain berbanding diri sediri akibat lalai kerna tidak berdakwah

katanya kau seorang pejuang
kau lebih banyak berdakyah berbanding berdakwah
katanya kau seorang pejuang
tapi masa rehatmu lebih banyak berbanding masa berdakwah

katanya kau seorang pejuang
tapi untuk berinfaq saja kau sudah kikir
katanya kau seorang pejuang
hidupmu masih senang lenang dan mewah

katanya kau seorang pejuang
kau sudah menganggap dirimu mulia sedangkan kau harus lebih tawadhuk
katanya kau seorang pejuang
kau jarang sekali menangis untuk bertaubat

katanya kau seorang pejuang
kau masih seronok dengan maksiat di sekitarmu
katanya kau seorang pejuang
kau tidak rasa apa-apa bila berbuat maksiat

katanya kau seorang pejuang
kau masih malas mencari ilmu agamamu
katanya kau seorang pejuang
kau jarang sekali muhasabah dirimu sedang sering menasihati orang lain

katanya kau seorang pejuang
kau masih berpakaian tidak senonoh
katanya kau seorang pejuang
namun akhlakmu tidak ada apa yang berubah

katanya kau seorang pejuang
namun kau sering lalai dan leka berbanding insaf dan sedih
katanya kau seorang pejuang
kau lebih sibuk bersama keluarga berbanding bersama ummat

katanya kau seorang pejuang
kau masih pentingkan dirimu berbanding kepentingan ummat
katanya kau seorang pejuang
kau masih ragu dengan apa yangkau infakkan

katanya kau seorang pejuang
hafalanmu saja masih jauh lagi
katanya kau seorang pejuang
kau masih terasa asing dengan pekataan BERDAKWAH apatah lagi melakukannya

katanya kau seorang pejuang
kau masih mengumpat dan mengeji orang
katanya kau seorang pejuang
kau masih berbelah bagi antara dakwah dan dunia

katanya kau seorang pejuang
kau masih seperti dahulu
katanya kau seorang pejuang...

Thursday, April 15, 2010

PESAN PADA DIRI



PESAN PADA DIRI

Jangan tersalah memberi HATI…

Pada insan yang tidak sudi dan tidak mengerti…

KERANA…

Sekali kau dilukai…

Sampai mati kau tetap ingati…

PESAN PADA DIRI LAGI

Berhati-hatilah memberi hati…

Sebab ianya untuk insan yang TAHU MENGHARGAI…

Betapa tingginya NILAI SEKEPING HATI.

Tuesday, April 6, 2010

MENGHARGAI APA YANG DIMILIKI...

" Berpisah dan bertemu adat manusia biasa, hilang di mata tapi di hati jangan lupa."

Berdoalah kita agar aman dan sentosa.....

begitulah bait-bait lagu perpisahan yang kita sering lagukan apabila berlakunya perpisahan. perpisahan yang tidak pernah ada penghujungnya.

"jangan terlalu bergantung kepada sesuatu atau seseorang kerana amat menyakitkan apabila kehilangannya"...

"usah ditangisi perpisahan hari ini kerana masih ada banyak lagi perpisahan-perpisahan yang akan dialami di hari mendatang...."

terngiang-ngiang lagi patah perkataan yang diamanatkan oleh guru. Betapa hari ini dapat dirasai kebenaran kata-kata keramat itu sepanjang aku melalui hari-hari mendatang yang semakin beronak duri. Pelbagai perpisahan yang berlaku sepanjang perjalanan menuju kedewasaan yang mana semakin banyak perpisahan yang terjadi semakin ia mendewasakan kita.

perpisahan bererti kehilangan. Biar apapun yang hilang ianya amat menyakitkan kecuali kehilangan penyakit. justeru, pernahkah kita semua terfikir untuk menghargai apa yang kita miliki hari ini??

percayalah.... kehadiran seseorang dalam hidup kita biar bagaimanapun ia, pasti akan menjadikan hidup ini berwarna-warni. kehadirannya tentu memberi pengajaran sedikit sebanyak dalam kehidupan ini.

jika dilihat dari aspek keluarga, kenangan sewaktu dibesarkan bersama-sama,menerima hukuman di atas kenakalan, keseronokkan pada Hari Raya pasti membuatkan kita terkenang kenangan tersebut dan merinduinya semula. Ayah dan ibu, begitu tinggi mereka bertakhta dihati kita. mungkin sesekali berlaku perselisihan faham, tapi pastikan ia tidak menjadi duri dalam daging yang disimpan berkurun-kurun hingga dendam. jalan keluar terbaik bagi menghilangkan emosi terluka yang begitu menyeksakan diri kita ialah dengan memberi kemaafan.

frman Allah berbunyi:

"jika kamu lahirkan kebaikan atau kamu sembunyikan atau memaafkan kesalahan orang lain, sesungguhnya Allah itu pemaaf dan Maha Berkuasa: (an-nisa':149)

Ingatlah.....mereka sebenarnya sedang mengejar masa kematian. Masa untuk bersama0sama mereka sebenarnya tidak begitu lama dan semakin suntuk, ruang untuk membalas setiap titik peluh yang dititiskan untuk membesarkan kita agak terbatas waktunya.
Apabila mereka mendahului kita, tiada apa lagi yang tinggal kecuali kenangan silam yang tak mungkin kembali.......
kita akan sentiasa merindui suara leteran dan nasihat mereka....
Garis-garis kedut di muka dan tangan mereka... kita akan merindui sehinggalah kita pula mengambil alih tempat mereka.

Menghargai tidak bererti mesti bergantung sepenuhnya kerana ia akan melukakan apabila kehilangannya... ia bererti mesti menghargai setiap detik waktu bersama apa yang kita miliki kerana sebenarnya ia sedang memberi kita pengajaran dalam hidup.

bagaimanapun, pergantungan kita sepenuhnya adalah kepada diri kita sendiri bersama kekuatan dalaman yang kita bentuk hasil ketaqwaan kepada Allah S.W.T.

Waallahualam..